Sabtu, 23 Maret 2019

The Fight



The Fight
 Sutradara : Laras Febryanti
      Di sebuah universitas ternama di kota Palembang, terdapat dua kelompok yang saling bersaing , mereka ialah Galaxy dan Earth. Dua kelompok yang terus menampilkan keunggulannya dan menunjukkan kelompok mana yang lebih baik di kampus. Setiap kali  mereka bertemu antar kelompok, mereka akan memandang sinis kelompok lain.

      Pada suatu ketika Galaxy dan Earth bertemu dalam satu koridor, mereka mereka membuat satu tantangan untuk bertarung diatas ring tinju dengan masih masing kelompok satu lawan satu.
Bagaimanakah kelanjutan pertarungan kedua kelompok tersebut ? makah yang akan menang dan manakah yang harus pulang dengan kekalahan ?...

Jumat, 22 Maret 2019

TAHAP PASKA PRODUKSI : MENYUTRADARAI GAMBAR



A.    TAHAP PASKA PRODUKSI

Tahap paska produksi yang secara umum sering disebut dengan tahap editing ini merupakan tahap terakhir yang dilakukan setelah shooting atau pengambilan gambar untuk menggabungkan seluruh hasil pengambilan gambar dengan unsure suara maupun visual lainnya. Dalam tahap ini biasanya dilakukan beberapa langkah yaitu :

1.     Off line editing

Pada saat off line editing ini seluruh gambar yang sudah diambil pada saat shooting dimasukkan dalam mesin editing. Dalam tahap off line editing atau seringkali disebut dengan rough editing ini biasanya penyambungan gambar masih terlihat kasar dan biasanya belum diberi transisi gambar yang memadai meskipun urutan gambar sudah sesuai seperti dalam scenario atau naskah.

2.     On line editing 

Berdasarkan hasil dari off line editing maka dilakukan tahan editing on line yang menambahkan transisi dalam pengabungan gambar.

3.     Titling / sub titling

Apabila diperlukan dalam proses in line editing ini juga ditambakan titling atau judul ataupun sub titling atau sub judul yang dibutuhkan sesuai dengan naskah atau scenario. Basanya setiap mesin editing juga menyediakan berbagai macam tipe huruf dan ukuran berikut dengan gerakan pemunculan huruf yang bervariasi.

4.     Animations 

Sama dengan penambahan titling atau sub titling dalam proses ini juga biasa saja dimasukkan hasil animasi yang sudahdibuat dalam tahap produksi sesuai dengan scenario.

5.     Special effects

Setelah semua gambar menyatu sesuai dengan urutan dalam naskah maka apabila diperlukan bisa pula ditambahkan special effects seperti pijar api, sinar, dengan berbagai warnai dan bagaimananya.

6.     Audio editing 

Setelah semua unsure video selesai disatukan, proses berikutnya adalah mengedit audio dengan menyesuaikan dengan gambar yang sudah diedit. Adapun unsure audio yang telah diedit adalah:
a.     Narasi/cerita
b.     Atsmosphere/suara alam atau lingkungan sekitar
c.      Sound efek / efek suara seperti pintu ditutup dan lain-lain
d.     Ilustrasi music
e.     Dubbing/ pengisian suara talent

7.     Mixing 

Setelah semua proses editing on line baik berupa penyatuan unsure video maupun audio, tahap paling akhir dalam tahap paska produksi ini adalah proses mixing. Proses ini berusaha membuat keseimbangan semua unsure baik gambar maupun suara agar jelas, rapid an sinkron anatara gambar dengan suara maupun antara satu unsure suara dengan suara lain.


B.    JENIS EDITING

1.     Continuity editing

Jenis editing yang mengutamakan kontinuitas antara satu gambar dengan gambar yang lain ini menempatkan editing sebagai alat untuk menghubungkan beberapa titik dari obyek yang sedang melakukan aktivitas baik berupa dialog maupun gerakan lainnya.

2.     Relational editing

Dalam editing jenis ini dilakukan intercutting atau pemotongan beberapa gambar yang berbeda antara satu aktivitas dengan akltivitas yang lain. Meskipun gambar yang digunakan seolah tidak mempunyai hubungan secara langsung, namun apabila hasilnya sudah disatukan maka hubungan antara gambar tadi menjadi gambling.

3.     Dynamic editing

Berbeda dengan continuity editing, dalam dynamic editing intercutting antara gambar terkadang tidak secara gampang dihubungkan oleh penonton. Beberapa gambar dalam editing jenis seolah tidak ada hubungannya satu sama lain. Oleh karena itu, penafsiran penonton akan makna hubungan satu gambar dengan gambar yang lainmemainkan peranan penting di sini.


C.     TRANSISINDALAM EDITING

1.     Cut 

Adalah perpindahan gambar secara  mendadak dari gambar satu ke gambar lain tanpa ada tumpukan gambar di antara keduanya yang dapat memberikan perubahan scene, memendekan waktu, membuat variasi sudut pandang dan membangun sebuah image atau ide.

2.     Dissolve 

Perpindahan gambar dari satu gambar ke gambar lain secara perlahan sehingga transisi gambar kelihatan halus dan tidak teras karena ada tumpukan gambar di antara kedua gambar tersebut.

3.     Fade in

Perpindahan gambar dari blank atau layar hitam ke normal secara perlahan. Biasanya transisi ini dipakai saat memulai sebuah film/video.

4.     Fade out

Perpindahan gambar dari normal ke blank atau layar hitam secara perlahan. Biasanya transisi ini dipakaisaat akan mengakhiri sebuah fil/video.

5.     Wipe

Perpindahan gambar dari dengan menggunakan tekik switching gambar dengan berbagai macam versi sesuai dengan yang disediakan oleh mesin editing.

6.     Sound transition

Selain transisi gambar, editing bisa dibantu ileh transisi suara yang berupa music, narasi atau penggalan kata dalam dialog.

7.     Super impose 

Yaitu menggabungkan dua gambar menjadi satu dengan memberikan prosentase prosentase baik untuk gambar pertama maupun gambar kedua yang bisa jadi tidak sama tergantung kesan yang akan ditimbulkan.

8.     Matte-key 

Menggabungkan dua gambar menjadi satu dengan memuat kunci pada satu gambar seperti contoh gambar pertama dibuat sebagai lingkaran dengan gambar yang blur atau kurang jelas sedangkan gambar kedua ditaruh di tengahnya.

9.     Chroma-key

Menggabungkan dua gambar dengan menggunakan background warna biru, hijau, hitam, atau merah dengan cara memberikan background warna tersebut pada gambar pertama yang digabungkan dengan gambar dengan gambar kedua sebagai background sehingga hasilnya adalah subyek pada gambar pertama sudah tergabung satu dengan background

Kamis, 21 Maret 2019

TAHAP PRODUKSI : BERMAIN DENGAN KAMERA



A.      TIPE PRODUKSI


       Yang termasuk dalam tahap produksi adalah proses perekaman baik gambar mauoun suara langsung maupun terpisah. Oleh karena dalam tahap produks ini dikenal beberapa ipe produksi yaitu :

1.       Single system production

      Proses produksi film atau video dimana yang diambil hanya gambarnya saja atau videonya saja. Untuk tipe ini pengambilan suara biasanya dilakukan kemudian melalui sistem dubbing yang biasanya dilakukan dalam sebuah studio audio.

2.       Double system production

      Yaitu proses produksi film atau video di mana yang diambil adalah gambarnya saja atau videonya sekaligus dengan audionya. Untukl tipe produksi ini yang perlu dipersiapkan selain pengambilan gambar adalah penyiapan mikropon yang digunakan sebagai alat bantu pengambilan suara disesuaikan dengan jenis suara dan adegan yang mau diambil.




B.      FRAME CUTTING POINT/UKURAN GAMBAR



1.       Extreme close up/ECU/XCU

Shoot detail suatu obyek, ex :mata

2.       Big close up/BCU/Tight close up

Shot sangat dekat, ex: keseluruhan tinggi kepala memenuhi layar

3.       Close up/CU/full close up

Shot dekat, ex: dari leher atau bahu sampai sedikit di atas kepala

4.       Medium close up/MCU/Bush shot/chest shot/close shot

Shot agak dekat, ex: memotong tubuh dari dada hingga kepala

5.       Medium shot

Shot agak dekat sekitar ½ dari subyek, ex; dari pinggang sampai ke kepala

6.       Knee shot/KS/ ¾ Shot/ medium log shot/ MLS/medium full shot

Shot tiga seperempat obyek, ex; dari lutut sampai kepala

7.       Full shot/FS

Shot obyek secara penuh, ex: dari kaki sampai kepala

8.       Long shot /LS

Shot jauh untuk menampilkan obyek secara keseluruhan, ex: seseorang yang sedang berdiri di taman dengan rumput dan tanaman di sekitarnya yang menjadi background masuk dalam gambar

9.       Extreme long shot/ ELS

Shot sangat jauh yang memperlihatkan subyek lebih kecil dari backgroundnya, ex: orang yang berdiri di atas taman tadi terlihat kecil di tengah taman yang luas




C.      GERAKAN KAMERA


       Yaitupergerakan kamera secara horisontal tanpa mengubah posisi kamera. Disebut dengan Pan Right jika kamera bergerak dari kiri ke kanan secara horisontal dan sebaliknya, disebut dengan Pan Left jika kamera bergerak secara horizontal dari kanan ke kiri.




D.      ANGLE/SUDUT PANDANG KAMERA


1.       Sraight /normal /eye-level angel

     Merupakan sudut pengambilan gambar yang normal dimana kamera  mengambil gambar subyek dengan ketinggian normal (sejajar mata orang dewasa) biasanya ketinggian kamera adalah setinggi dada orang dewasa.

2.       Low angle

     Kamera mengambil gambar subyek dari bawah yang menampakkan subyek mempunyai kekuatan yang lebih menonjol kekuasaanya

3.       High angle

     Berlawanan dengan low angle, high angle menempatkan kamera lebih tinggi dari obyek.